Bisnis Masa depan

Just another WordPress.com weblog

SPIRITUAL MISION

Ditulis oleh : www.begreatvision.com

Saya pernah bertanya kepada salah satu leader saya, mengapa sekarang muntaber? Dia bilang” Saya sudah berusaha keras, tetapi jadi naik peringkat kok sulit sekali”, ujarnya putus asa.  Di kemudian hari saya mengetahui dari sesi kesaksian, distributor ini telah berhasil menyembuhkan seorang yang ketergantungan alkohol yang dijuluki dewa mabuk. Si dewa mabuk ini tidak bisa tidur jika belum ‘mencekik’ botol, tetapi setelah mengkonsumsi teh hanya dalam waktu 10 hari saja, bisa tidur nyenyak tanpa harus minum. Hati saya berdesir. Apa makna dari sebuah peringkat jika dibandingkan dengan 1 orang saja yang berhasil dibebaskan dari alkohol?

Salah satu keluarga saya, seorang guru SD, selama 10 bulan menderita lemah usus dan menghabiskan 10 juta untuk ditangani dokter spesialis. Tak kunjung sembuh dan divonis operasi. Setelah menggunakan produk yang saya rekomendasi, hanya dengan Rp. 500 rb saja, beliau kini sudah kembali menunaikan tugasnya sebagai seorang pendidik. Siapa saja yang terselamatkan? Beliau sendiri, plus anak-anak yang berhak mendapatkan pendidikan, dan uang negara yang efektif menggaji pendidik.

Cerita singkat ini tidak saya maksudkan untuk promosi produk. Lha wong produk nggak dipromosikan juga udah hebat. Saya ingin mengajak Anda untuk meredefinisi nilai-nilai dasar dan misi menjalankan bisnis ini yang sekaligus merupakan cerminan misi hidup kita.  Apa makna membebaskan seseorang dari ketergantungan alkohol bagi Anda? Apa makna mengembalikan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dari guru yang kembali sehat? Apakah makna itu lebih kecil dari bonus Anda? Apakah makna itu lebih kecil dari peringkat Anda?. Nilai-nilai dasar apa yang mengilhami setiap langkah Anda di bisnis ini?

Seekor kambing tetap mencari rumput walaupun dia berjalan di atas bukit emas. Kalau saja kambing tahu 1 ons emas bisa ditukar dengan rumput untuk dia makan seumur hidup, kira-kira kambing memilih emas atau rumput? Dua-duanya dong..!, kalau bisa memanfaatkan dua-duanya mengapa harus pilih satu? Hidup penuh dengan pilihan.Laughing

Kebanyakan diantara kita adalah kambing yang sering fokus pada hasil kecil dan mengabaikan tujuan besar. Karena tujuannya kecil, sekalipun mereka mendapatkan hasil besar, mereka tidak bisa melihatnya, tidak bisa merasakan dan tidak bisa menikmatinya. Menurut Anda, mana yang lebih besar tujuannya. Apakah seseorang yang menjadikan bonus dan peringkat sebagai tujuan, atau seseorang yang menjadikan bonus dan peringkatnya sebagai simbol (indikator) seberapa banyak orang yang telah tertolong dari bisnis ini?

(kalau bonus Anda belum besar, artinya Anda belum banyak menolong orang lain…Wink)

Bonus dan peringkat boleh sama, tetapi kalau nilai-nilai dasar Anda berbeda, aroma sukses yang Anda rasakan sangat jauh berbeda. Dahsyatnya, perbedaan kecil ini dalam jangka panjang bisa sangat-sangat jauh berbeda. Semakin dalam perasaan damai dan bahagia Anda saat menjalankan bisnis ini, passionate Anda akan semakin besar. Semakin besar passionate, semakin kuat unconscious mind bekerja untuk kesuksesan Anda. Sebagaimana Anda tahu, unconscious  mind bekerja jauh lebih powerfull daripada conscious mind. Ringkasnya, semakin bahagia Anda, semakin mudah Anda menuju sukses

Dunia sudah berubah. Dulu orang melihat sukses duniawi dan spiritualitas adalah dua dunia yang terpisah. Setelah era informasi, gagasan spiritualitas sebagai fondasi sukses bisnis semakin meluas dan diadopsi oleh banyak organisasi bisnis modern. Amartya Sen, peraih nobel bidang ekonomi mengatakan, “Bisnis memiliki kekuatan dahsyat untuk membangun atau menghancurkan dunia. Yang membedakannya adalah landasan etik dan spiritualitasnya. Bisnis tidak memiliki arti apapun bagi dunia, jika tidak memiliki landasan etik yang kokoh”. Bisnis tanpa spiritualitas bukan hanya menghancurkan pihak lain, tetapi juga menghancurkan dirinya sendiri (Danah Zohar dan Ian Marshal).

Penulis buku The Corporate Mystic, DR. Guy Hendrick dan DR. Kate Ludeman, jauh lebih kontroversial mengatakan, “Saya tidak pernah menyangka telah menemukan para sufi tidak ditempat peribadatan tetapi justeru di korporasi-korporasi raksasa dunia. Mereka memiliki nilai-nilai spiritualitas yang tinggi dan berhasil mewujudkan dalam perusahaan dan kehidupan mereka”.

Konosuke Matshusita, seorang konglomerat besar di Jepang dan sufi, hanyalah lulusan kelas enam SD. Tetapi beliau memiliki jaringan bisnis di seluruh dunia dan memimpin banyak sekali Doktor maupun Profesor. Mengapa beliau menjadi luar biasa? Salah satu hal terpenting menurut beliau adalah filosofi bisnis yang luar biasa yakni,

Life is not only for bread”. 

Lalu apa hubungan konkret spiritualitas dengan bisnis ini? Landasan spiritualitas meskipun bukan satu-satunya penentu sukses tetapi memiliki pengaruh dalam seluruh proses menjalankan bisnis ini. Ok, mari kita lihat apa bedanya orang yang menjalankan bisnis semata-mata mencari untung dan orang yang fokus menolong orang lain dan nilai-nilai yang lebih agung lainnya. Apa yang saya sharingkan berikut ini adalah dalam pengkategorian yang ekstrim, hitam atau putih. Pada kenyataannya tentu masing-masing orang memiliki campuran sikap yang unik dari ujung kiri sampai ke ujung kanan.

PROSES MENSPONSORI

100% Motif  cari untung :

  • Banyak distributor yang tidak pernah menyadari jika motif ini justeru membuat mereka tidak berani melangkahkan kaki untuk pergi presentasi. Atau ketika berhadapan dengan prospek mereka grogi. Sebabnya sederhana, hati dan pikiran tidak kongruen. Pikiran sadar berkata,” saya harus dapat bonus sejumlah X”. Sementara dalam hati kecil mereka ada perlawanan. Dengan sangat lirih hati kecil berkata, “jangan pernah mengambil untung sepihak dari sahabat/keluarga”. Conflict of value menimbulkan perasaan bersalah. Perasaan ‘tidak di jalan yang benar’ membuat orang tidak yakin dengan apa yang akan dilakukannya.
  • Over promote produk. Misalnya, “Ini obat dewa, apapun penyakitnya dijamin lenyap dan tidak akan kumat. Akibatnya kons/jar kecewa jika tidak terjadi perubahan signifikan dalam waktu cepat
  • Over promote marketing plan. Misalnya menjanjikan penghasilan tetap bulanan pada peringkat-peringkat awal. atau memberikan informasi bonus berlebihan. Akibatnya jaringan kecewa karena hasil yang diterima tidak sesuai dengan kenyataan dan segera mengundurkan diri. Jaringan Anda bukan hanya mundur tetapi juga menyebarkan informasi negatif tentang Anda dan bisnis ini. Suatu hari nanti Anda ingin mensponsori orang yang ternyata keluarga atau teman mereka, jangan harap closing. Mereka sudah tahu siapa Anda sebenarnya.
  • Menekan prospek untuk join meskipun belum tertarik. Akibatnya, prospek justeru melihat bisnis ini bukan untuk kesuksesan dia, tetapi semata-mata menguntungkan Anda. Saya pernah melihat langsung, seorang distributor mengatakan ke prospek,”Kamu ini sudah lama saya tunggu, masak cuma 2 juta saja nggak mau bantu saya”
  • Membujuk/menjanjikan mencarikan downline. Pada kenyataannya ini tidak mungkin terjadi karena tidak ada orang yang sanggup mencarikan downline utk downline secara terus menerus. Akibatnya, kehilangan integritas dan tidak pernah melahirkan leader karena tidak mengajarkan cara yang benar untuk menjadi seorang leader.
  • Hanya menunjukkan potensi bisnis tanpa mengajarkan pentingnya produk. Ini sama saja dengan money game. Saya pernah menemukan kasus, seseorang berbelanja produk tetapi tidak pernah dikonsumsi karena menganggap produk nutrisi yang dibelinya sebagai obat, sementara ia sendiri tidak sakit. Prospek tidak tahu pentingnya suplemen untuk perawatan kesehatan jangka panjang. Tanpa pendidikan manfaat suplemen utk kesehatan, jar hanya berbelanja sekali tanpa repeat order. Artinya sponsor hanya mendapatkan keuntungan sekali.

Motif menolong orang lain

Dalam kehidupan, kita dikendalikan oleh hukum hukum alam yang tidak bisa kita lawan. Salah satunya adalah hukum tabur tuai atau karma. Orang jawa bilang, “Gusti Allah ora turu”. Orang yang ingin memberi  lebih banyak biasanya akan mendapatkan jauh lebih banyak. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa kita lawan. Contoh : jika Anda membaca buku untuk diri sendiri, hanya sedikit yang terserap. Bandingkan jika Anda membaca buku untuk Anda bagikan ilmunya besok pagi pada`sebuah pertemuan. Dijamin Anda mampu menyerap materi dari buku tadi 10X lipat

  • Motif menolong orang lain hanya bisa muncul kalau kita memiliki suatu keyakinan yang dalam terhadap manfaat kesehatan, kesejahteraan dan manfaat2 lainnya yang bisa memberikan solusi hidup bagi prospek. Karena keyakinannya kuat, biasanya mereka lebih percaya diri (meskipun pada kenyataannya ada juga yang tidak PD karena takut tidak dipercaya, tetapi secara umum keyakinan ini sudah sangat membantu) Sangat aneh kalau orang merasa malu menolong orang lain. Yang seharusnya adalah, kita harus malu kalau tidak pernah menolong orang lain
  • Mendapatkan TRUST jangka panjang, hal termahal dari bisnis yang tidak bisa dibeli dengan uang. Prospek bergabung karena dua hal, percaya kepada bisnisnya dan juga percaya kepada Anda. Kalau percaya kepada bisnisnya tetapi tidak percaya kepada Anda, prospek akan mencari jalan bergabung dengan orang lain yang lebih dia percaya. Kalau Anda tulus, Anda akan memiliki satu ekspresi yang kongruen antara bahasa verbal dan bahasa tubuh. Ketulusan Anda, membuat prospek tanpa sadar lebih mudah menerima Anda secara pribadi. Anda memiliki suatu aura positif yang membangun komunikasi dari jiwa ke jiwa Meskipun prospek tidak bergabung karena tidak percaya bisnisnya, suatu hari nanti saat mereka membutuhkan produk atau sadar bisnis ini luarbiasa, mereka akan mencari Anda.
  • Sensitif terhadap kebutuhan prospek karena tanpa sadar terjadi emphaty terhadap masalah2 yang dihadapi orang lain. Bahasa yang sering kita gunakan adalah menemukan ‘hot button’. Sikap ingin menolong membimbing Anda secara alami untuk menemukan hot button tadi. Emphaty memudahkan Anda membangun kemiripan dan keakraban secara alami dengan prospek. Kemiripan dan keakraban, katanya TDW,  merupakan salah satu batu magic yang membuat penjualan menjadi sangat efektif.
  • Memberikan informasi yang benar tentang manfaat produk sesuai kenyataan. Menunjukkan manfaat produk sangat luar biasa tetapi pada masing-masing orang bisa menunjukkan perubahan yang berbeda. Beberapa kasus ajaib, sembuh dalam hitungan menit dan secara umum sembuh dalam rentang waktu tertentu, bahkan bisa 6 bulan.
  • Melayani konsumen dengan penuh kasih. Bahkan memberikan informasi2 yang tidak berhubungan langsung dengan keuntungan penjualan produk.
  • Menunjukkan informasi marketing plan dengan benar. Sebelum aset kita terbentuk dan kuat, bonus sangat tergantung dari aktive income. Passive income hanya terjadi jika sistem sudah bisa dijalankan oleh banyak leader di grup kita. Kalau jaringan memahami marketing plan dengan benar, hatta suatu hari nanti mereka berhenti di bisnis ini, mereka tidak akan menyalahkan bisnis ini. Mereka mengerti kegagalan bukan karena ditipu, tetapi karena mereka belum berani ‘membayar harganya’. Mereka tetap menghormati integritas Anda, sehingga Anda punya peluang untuk ‘menghidupkan kembali’ mereka saat mereka sudah merasa siap membayar harganya.

SIKAP TERHADAP DOWNLINE

Dari kepribadian orang-orang sukses yang pernah saya baca ternyata sedikit sekali yang berorientasi dengan kepentingan dirinya sendiri. Pada saat orang terlalu berorientasi pada diri sendiri, biasanya menemui banyak kekecewaan hidup, karenanya mereka tidak sukses, apalagi bahagia. Kutipan dari Dale R ini menarik sekali. “Saya telah melihat banyak sekali orang kelelahan , yang setiap pemikiran dan nafasnya selalu menyangkut uang”.

Saya benar-benar merasakan hal ini. Pada saat saya memikirkan keberhasilan saya sendiri, saya merasa tegang dan khawatir gagal. Tetapi setelah saya merubah fokus dengan memperhatikan kesuksesan jaringan aktif saya. Tekanan yang saya alami relatif berkurang. Saya sibuk memikirkan apa yang diperlukan jaringan saya untuk sukses mereka. Dengan cara ini saya memperoleh lebih banyak kebahagiaan dibandingkan kekhawatiran. Saya bangga melihat orang-orang yang tidak bisa ngomong kok bisa bisanya sekarang menjadi trainer untuk new distributor. Saya bangga melihat anak-anak yang dulu kerjaannya berantem kok sekarang bisa mensharingkan berpikir dan berjiwa besar.

ORIENTASI PRIBADI

ORIENTASI MENOLONG

Tidak sensitif terhadap kebutuhan DL

Sensitif. Selalu memikirkan apa saja bantuan yang perlu diberikan untuk mensukseskan jar. Misal memilih buku-buku atau kaset terbaik dan merekomendasikan kepada jar. Tanpa disadari karena jaringan sukses, Anda terpaksa sukses.

Mengajak/membiarkan downline membeli peringkat misalnya langsung belanja  produk jauh lebih besar dari kebutuhan konsumsi pribadi dan kemampuan menjual. Akibatnya banyak produk yang tidak terkonsumsi. Pada kasus ini sponsor akan  mendapatkan keuntungan bonus sesaat pada bulan itu saja, tetapi pada bulan berikutnya dijamin omzet akan drop. Mencegah downline membeli peringkat. Menunjukkan bahwa investasi yang dikeluarkan untuk membeli peringkat akan menghasilkan lebih banyak jika digunakan untuk pembelajaran pengembangan diri dan biaya operasional.

DL hanya berhubungan dengan Anda hanya dalam konteks bisnis.

Mendapatkan loyalitas downline. DL menduplikasi anda, mereka memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk Anda.


PERINGATAN .. !!

Mencintai jaringan jangan terjebak pada messiah complex. Anda terjebak menjadi ratu adil, menyelesaikan semua masalah-masalah yang dialami jaringan. Memanjakan jaringan = membunuh karakter leadership leader-leader Anda. Jadilah burung garuda. Burung garuda mengajari terbang anaknya dengan mengangkat tinggi-tinggi dan menjatuhkannya. Ketika hampir jatuh ke tanah, garuda kembali menyambar dan menjatuhkan kembali. Terus, terus, terus dan terus sampai anaknya mampu terbang bersama menembus angkasa.

SIKAP TERHADAP CROSSLINE

Sikap-sikap bad crosslining sebagian besar berakar dari satu sikap mendasar yakni tidak memiliki keyakinan  untuk sukses. Karena nggak yakin, mereka resah melihat cross tumbuh dan takut akan kehabisan prospek. Karena itu melakukan tindakan-tindakan yang  bisa menghambat pertumbuhan cross. Seperti iklan A-mild “Senang liat orang susah, susah liat orang senang”. Karena akarnya adalah believe, distributor yang punya sikap bad crosslining sebetulnya telah kehilangan 95% potensi suksesnya.

Ada distributor X yang suka ‘membajak’ prospek atau jaringan orang dengan berbagai teknik yang ‘mengagumkan’. Saya tahu dia mendapatkan keuntungan kecil dari bonus atau jumlah jaringan. Tapi downline tidak buta, mereka menduplikasi uplinenya. Dan saya melihat X kini kesulitan membangun GTP di grupnya sendiri. Bad crosslining ternyata sumber kehancuran diri sendiri.

Crossline juga manusia. Kalau kita bersikap melayani cross, mereka juga ingin membantu kita (kadang-kadang nggak juga, tapi ikhlas aja). Di suatu tempat ada substokis yang tidak mau melayani jaringan lain belanja. Daerah itu nggak ada pertemuan, dan ketika pertemuan mulai dirintis saya selalu mengundang pemilik substokis itu. Akhirnya, pemilik substokis tersebut mau melayani grup saya.

Crossline adalah ‘ladang’ yang sangat subur untuk menebar  semua jenis bibit kebajikan Anda. Apapun yang Anda lakukan kepada downline Anda, tidak jelas apakah itu kasih dan sikap Anda untuk menolong ataukah kepentingan Anda yang bicara. Tapi jika Anda berbuat kebaikan kepada cross tanpa pamrih, Anda berhasil membuktikan sebagai seseorang berjiwa mulia. Efek ke group Anda, downline Anda akan merasa nyaman. Mereka bisa mikir,”Kalau upline saya begitu baik kepada cross, sikap beliau pasti lebih baik lagi kepada jaringannya sendiri”. Dan pasti benar, Anda pasti memiliki kemampuan ‘mengasuh’ yang lebih baik, menjadikan downline Anda besar dan Anda bukan hanya akan besar tetapi menjadi SANGAT SANGAT BESAR.

SIKAP TERHADAP DIRI SENDIRI

Kata Antony Robbin, salah satu ciri orang SUKSES adalah Constan and Neverending Improvement. Pertumbuhan yang konsisten dan terus menerus melalui pembelajaran seumur hidup. Asah gergaji Anda, kata Steven Covey.  Orang-orang yang berorientasi pada diri sendiri, hanya akan tumbuh sebesar impian mereka sendiri. Orang yang berorientasi menolong akan tumbuh tanpa batas bersama dengan impian banyak orang. Beda impian pasti beda juga hasilnya. Mereka bukan hanya tumbuh menjadi besar tetapi juga menjadi AGUNG.

Spiritualitas atau keinginan untuk berkontribusi memberikan energi yang jauh lebih dahsyat dibandingkan jika berorientasi kepada diri sendiri. Kalau Anda lapar seharian, kemudian seseorang menawarkan makan dengan syarat Anda mencuci semua piring di rumahnya. Maukah Anda? Bandingkan kalau anak Anda yang lapar seharian nggak makan. Maukah Anda? Bagaimana jika Anda bisa mencintai begitu banyak orang seperti mencintai anak Anda sendiri? Bisakah Anda bayangkan kekuatan Anda saat itu?

Orang-orang biasa bertanya, apakah saya bisa sukses? Mereka memiliki masalah dengan BELIEVE. Leader luarbiasa bertanya, bagaimana saya bisa mensukseskan orang lain? Orang yang memikirkan kesuksesan orang lain tidak memiliki masalah dengan BELIEVE. Jika Anda memiliki BELIEVE kuat, Anda sudah 90% sukses.

Keinginan untuk terus menolong orang lain menjadikan kehidupan Anda lebih bermakna. Kebahagiaan tertinggi adalah saat Anda memberi kepada seseorang yang tidak akan pernah membalas jasa Anda. Hukum alam sejak tercipta hingga berakhirnya alam semesta tidak akan berubah : Jika Anda berfokus memberi dan melayani orang lain sebetulnya Anda sedang memberi dan melayani diri sendiri jauh lebih besar daripada apa yang pernah Anda berikan.

SUKSES adalah soal karakter. So jadikan setiap masalah sebagai character building process. Menjadi lebih arif, sabar bijak dsb. Kalau prospek Anda dibajak orang, tanyakan di dalam hati Anda. Mana yang lebih penting, merebut kembali prospek  atau menjadikan masalah itu sebagai pupuk bagi introspeksi diri, kesabaran dan keikhlasan Anda. Kehilangan prospek, mudah untuk mendapatkan penggantinya kembali, bahkan dengan jumlah yang jauh lebih banyak. Tetapi kalau Anda kehilangan kesabaran, Anda tidak pernah mendapatkan apa-apa dari bisnis ini.   Jadikan bisnis ini sebagai ‘panggilan jiwa’. Lakukan dengan cinta dan landasan nilai-nilai luhur. Anda nggak bisa distop. Dibunuhpun Anda tidak akan mundur. Kalau Anda tidak pernah mundur, tidak ada yang bisa menghalangi Anda untuk meraih dream Anda.

SUKSES adalah perjalanan pulang. Sukses bukan dicari dari luaran sana. Setiap diri Anda telah ditiupkan ruh ILAHI. Anda memiliki potensi yang belum pernah diketahui batasnya. Sukses ada di dalam diri Anda. Biarkan hati nurani Anda bekerja mengangkat seluruh potensi Anda. Dan Anda akan mendapatkan JAUH LEBIH BESAR, JAUH LEBIH TINGGI daripada yang pernah Anda bayangkan. Ini adalah sedikit kutipan pesan Bunda Theresa :

Jika Anda berbuat baik, mungkin orang menganggap Anda menyembunyikan motif egois, walau begitu tetaplah berbuat baik

Bila engkau sukses, engkau akan mendapatkan teman palsu, walau begitu tetaplah menjadi sukses

Berikan yang terbaik kepada dunia walau itu tak pernah cukup. Walau begitu tetaplah memberikan yang terbaik

Januari 24, 2009 - Posted by | Motivasi

1 Komentar »

  1. Sufi-sufi berdasi/CEO Sufism semakin marak…

    Komentar oleh azerila | Januari 29, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: